Kegagalan menembus tahap final 30 besar Duta Bahasa Jawa Barat 2017

Setelah kemarin menunggu pemberitahuan yang tak kunjung juga datang, akhirnya pada pagi ini saya sempatkan membuka akun linimasa Duta Bahasa Jawa Barat di LINE dan Instagram yang telah secara resmi mengumumkan peserta 30 finalis yang masuk ke dalam tahap final. Saya tidak termasuk ke dalam nominasi 30 besar dan saya akui telah terlempar dari persaingan yang harus mengakhiri perjuangan ini sampai tahap 100 besar.

Ini bukanlah akhir dari segalanya. Mencoba peruntungan di dunia bahasa lewat latar belakang pendidikan teknik, mungkin tidak cukup meyakinkan para dewan juri. Saya akui bahwa peserta yang masuk nominasi 100 besar adalah mereka yang luar biasa terhadap kecintaannya untuk dapat melestarikan Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa. Saya bersyukur terhadap Allah SWT dan berterimakasih yang sebesar-besarnya terhadap Balai Bahasa Jawa Barat yang telah memberikan saya kesempatan didalam kompetisi Duta Bahasa ini untuk bisa bersaing dengan para peserta yang didominasi oleh anak bahasa dan sastra.

UKBI (Ujian Kemahiran Bahasa Indonesia) dan menulis esai 3 bahasa adalah pengalaman pertama yang sangat berkesan. Saya jadikan ini semua sebagai pembelajaran karena memang juara bukanlah target saya, saya hanya ingin menikmati prosesnya. Proses mendewasakan diri, proses mencari jati diri, proses memperbanyak relasi, proses bersaing dengan para peserta yang luar biasa.

Salam sukses untuk kenalan saya dari Unpad yang mengambil 2 prodi sekaligus dalam 1 jenjang S1, Nadhira, juga seorang guru home schooling, lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia UPI, Zainal Saiful Amir, lalu tak lupa rekan bercanda ketika menunggu sesi wawancara, lulusan MBTI dari Telkom University, Binar Saha Guna atas keberhasilannya menembus nominasi 30 besar.

Jangan berkecil hati juga teruntuk kenalan saya yang dari Pendidikan Bahasa Rusia UPI, Ira Irianti, lalu ada Ari yang dari Pendidikan Bahasa Indonesia UPI, Ridwan ‘Si Gondrong’ dari jurusan Sastra Inggris Universitas Kebangsaan, dan Ridwan yang satunya lagi dari STIKEP yang setiap kuliah PP Cileunyi-Pasteur.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s