Pengalaman pertama kali membeli receiver parabola

Dalam rangka mau memasang parabola, saya memutuskan membeli receiver dengan fitur terkini dan sesuai dengan isi kantong juga tentunya. Sebagai newbie dalam dunia persatelitan, bisa dikatakan paling newbie mungkin, karena saya mulai mengenal dan mengoprek receiver itu pas kakak pasang parabola karena dirumah cuma pasang tv kabel yang siarannya hanya 9 channel nasional dengan tarif 7ribu/bulan. Ampas banget kann…

Oke kembali lagi ke permasalahan, ceritanya saya habis searching sana sini di internet, receiver yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Nyari di toko offline di daerah saya gak bisa berharap banyak, uang 200rb hanya dapet receiver mpeg4 biasa, makanya saya sangat menghindari untuk membeli offline kalau beli online ternyata lebih murah, sangat murah apalagi kalo ditambah fitur gratis ongkir.

Saya pengen receiver yang dibeli nanti mampu menjawab keinginan saya, tidak lain dan tidak bukan keinginan saya memasang parabola adalah untuk menonton pertandingan bola dan siaran olahraga yang lengkap. Maka dari itu, saya membiasakan diri untuk mencari tau channel-channel mana saja yang secara intensif menayangkan siaran tersebut dan acakan apa yang digunakannya.

Ternyata fitur terkini yang dimiliki receiver parabola adalah dengan kemampuan membuka acakan tanberg dan powervu secara autoroll artinya bahwa tanpa kita memasukkan kunci, siaran yang dituju oleh kita akan terbuka otomatis dengan hanya mengimpor daftar kunci ke dalam receiver atau biasa juga disebut dengan softcam.key

Hal pertama yang saya pertimbangkan dalam memilih suatu produk adalah merk nya. Jaminan suatu produk memiliki build quality yang mantap dan hardware yang mumpuni itu didasarkan pada merknya, berbeda jika kita mempertimbangkan awet atau tidaknya suatu produk, karena hal itu didasarkan pada penggunaan kita selaku user dalam mengoperasikan produk tersebut.

Hal keduanya adalah fitur yang dimiliki dan yang ketiga adalah harga. Sudah bukan rahasia umum lagi bagi kita mencari suatu produk dengan fitur yang komplit dengan harga seminimal mungkin.

Dengan ketiga pertimbangan tadi diatas perlu juga diperhatikan user experience-nya alias pengalaman pengguna memakai produk tersebut apakah banyak positif nya ataukah banyak negatif nya. Tak terkecuali saran-saran dari para teknisi yang sudah malang melintang didunia persatelitan perlu juga untuk dipertimbangkan.

Kalo saya simple, cari saja pengalaman user di internet atau di facebook dengan mengetikkan kata kunci yang ingin kita ketahui contohnya mungkin kelebihan dan kekurangan, kendala, masalah, kepekaan penerimaan sinyal dll. Mungkin bisa juga bergabung dengan grup facebooknya, karena sejauh yang saya ketahui grup fb itu sangat efektif untuk bertukar informasi apalagi jika membernya sudah mencapai ribuan.

Dan akhirnya berbagai referensi pun didapatkan termasuk saran dari teknisi parabola yang juga tetangga saya sendiri setelah berbincang-bincang mengenai receiver yang bagus menurut dia itu kayak gimana.

Dan akhirnya pilihan saya jatuh kepada receiver Tanaka T-21 New Samurai. Banyak sekali alasan yang mendasari kenapa saya sampe berani membeli receiver ini padahal parabolanya aja belum punya, tulisannya bisa dilihat disini.

Saya mendapatkan receiver ini harganya 172 ribu di Shopee yang lagi mengadakan promo gratis ongkir. Receiver ini belum beredar banyak di daerah saya, kalau ada pun harganya diatas 200 ribu. Bahkan tetangga saya juga yang teknisi itu sampe geleng-geleng kepala, dapet receiver bagus dengan harga murah, terus saya kasih tau klo saya belinya online hehehehe.

Itulah cerita pengalaman saya dalam membeli receiver parabola pertama kali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s